Kamis, 01 November 2018

Mazhab / Teori Sosiologi


Nama : Dias Sri Prihartini
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
Kelas : Tk. I D
NPM : 118090068



Mazhab / Teori Sosiologi Sesudah Auguste Comte

1.    Mazhab geografi dan lingkungan
Poin utama pemikiran sosiolog pada mazhab ini adalah bahwa masyarakat hanya memungkinkan untuk timbul dan berkembang ketika terdapat tempat berpijak dan tempat hidup bagi masyarakat itu sendiri.
Tokoh sosiologi pendukungnya adalah Edward Bukle dan Le Play. Le Play melakukan analisis mengenai keluarga, di mana ia menyebut keluarga merupakan satuan unit sosial fundamental yang dimiliki masyarakat. Keluarga sebagai suatu organisasi keluarga ditentukan melalui berbagai cara mempertahankan hidupnya, semisal dengan cara mereka bermatapencaharian.
23. Mazhab Organis dan Evolusioner
Tokoh sosiologi pada mazhab organis dan evolusioner yang paling dikenal adalah Herbet dan WG Summber. Spencer sendiri berperan dalam melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organisme manusia.
Sebagai tambahan, terdapat W.G. Summer yang membahas mengenai kebiasaan sosial yang secara umum muncul tanpa disadari dalam masyarakat (Folkways).
34. Mazhab Formal
Tokoh sosiolgo yang utama dalam mazhab formal ini adalah George Simmel. Simmel menyatakan bahwa elemen-elemen yang ada dalam masyarakat pada dasarnya dapat mencapai suatu kesatuan.
Untuk mencapai kesatuan ini, masyarakat dapat membentuk suatu bentuk yang dapat mengatur hubungan di antara elemen-elemen tersebut, seperti lembaga. Agar lembaga yang dibentuk dapat mengatur hubungan dalam masyarakat dengan baik, maka sifatnya harus dalam bentuk superioritas, subordinasi dan konflik.

4.      Mazhab Psikologi
Tokoh sosiologi yang utama dari mazhab psikologi ini adalah Gabriel Tarde. Tarde mengulas tentang bagaimana gejala sosial berlangsung dalam kerangka reaksi psikis seseorang.
Dia menyebutkan bahwa pada dasarnya gejala sosial memiliki sifat psikologis yang terdiri dari interaksi yang antara jiwa-jiwa individu. Jiwa dari masing -masing individu harus terdiri dari kepercayaan-kepercayaan serta keinginan-keinginan.
5.       Mazhab Ekonomi
Pada Mazhab ekonomi, kita akan banyak membahas tentang ajaran-ajaran dan pemikiran Karl Marx (1818-1883) dan Max Weber (1864-1920).
Marx identik dengan pemikirannya mengenai masyarakat kelas. Bagi Marx, masyarakat yang terbagi atas kelas -kelas akan membuat kekuatan dan kekayaan hanya terhimpun pada kelas yang berkuasa saja. Sedangkan refleksi status ekonomi kelas dapat mengacu pada filsafat, agama, hukum, serta kesenian.
Adapun Weber lebih menekankan pada bentuk organisasi sosial. Ia berpandangan bahwa organisasi sosial yang ada harus diteliti sesuai perilaku warga, di mana sudah seharusnya motivasi yang dimiliki sesuai dengan harapan rakyat umum. Gejala sosial pada dasarnya bisa dianalisa dengan mengunakan kriteria tertentu serasi dengan tipe -tipe ideal dalam masyarakat.
6.     Mazhab Hukum
Pendukung dari mazhab sosiologi hukum ini utamanya adalah Emile Durkheim, serta Max Weber. Emile Durkheim berpandangan bahwa pada dasarnya, hukum perlu dihubungkan dengan jenis-jenis solidaritas yang bisa ditemukan dalam masyarakat.
Max Weber sendiri mengusulkan adanya 4 tipe ideal hukum, yang meliputi:
  • Hukum irasional dan meteriil, ketika keputusan dari pembentuk undang-undang dan hakim didasarkan pada nilai-nilai emosional tanpa merujuk suatu kaidah apapun.
  • Hukum irasional dan formal, ketika keputusan dari pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah yang ada di luar akal, berupa wahyu atau ramalan.
  • Hukum rasional dan materiil, ketika keputusan pembentuk undang-undang dan hakim merujuk pada kaidah seperti suatu kitab suci, kebijaksanaan-kebijaksanaan penguasa atau ideologi.
  • Hukum rasional dan formal, hukum dibentuk berdasarkan apda konsep-konsep yang abstrak dari ilmu hukum.

Sumber : https://portal-ilmu.com/mazhab-mazhab-sosiologi/

Sabtu, 13 Oktober 2018

Sejarah Perkembangan Sosiologi

SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
Oleh :
DIAS SRI PRIHARTINI
NPM 118090068

A.    Sejarah Sosiologi
Kelahiran sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memberikan alasan tersendiri bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kelahiran sosiologi tak terlepas dari tokoh-tokoh filsafat, seperti Aristoteles dan Plato. Sebelum sosiologi lahir sebagai ilmu pengetahuan para teori sosiologi dan tokohnya telah mendesain bagaimana ilmu pengetahuan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk bisa hidup bahagia, kebahagian itulah menjadi latar belakang sejarah sosiologi dilahirkan.
Adapun untuk istilah sosiologi pertama kali telah diperkenalkan oleh Auguste Comte yang sampai saat ini dikenal dengan Bapak Sosiologi Dunia. Auguste Comte memberikan pernyataan bahwa objek kajian sosiologi adalah manusia atau masyarakat yang dipandang kedua hal tersebut saling berkaitan secara keseluruhan.
Jauh sebelum Auguste Comte memberikan pandangan tentang ilmu ini, di dalam perkembangan yang ada di dunia Arab (Islam), kajian masyarakat telah diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun pada tahun 1332 sampai tahun 1406. Dalam buku Muqaddimah karya Ibnu Khaldu, terdapat pemikiran sosiologis lebiih terperinci dan sangat maju sehingga ia sering juga disebut sebagai peletak batu pertama dalam sejarah kajian ilmu sosiologi sebagai ilmu.
B.     Sejarah Awal Perkembangan Sosiologi
Sosiologi tumbuh dari gejolak sosial sejak terjadinya revolusi industri dan revolusi Perancis. Revolusi ini menyebabkan terjadinya urbanisasi, pengekploitasian pekerja anak-anak, demokratisasi dan lain sebagainya. Tradisi lama tidak mampu untuk menjawab lagi perubahan ini.
Saat bersamaan berkembang metode ilmiah pada bidang ilmu kimia dan fisika. Banyak rahasia alam terungkap. Karena tradisi tidak lagi dapat menjawab persoalan perubahan dalam kehidupan makhluk sosial, maka dicarilah metode ilmiah (seperti metode ilmiah dalam ilmu alam) untuk memberikan jawaban atas persoalan tersebut. Dari situlah tahap awal perkembangan lahirnya Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan.
C.    Sejarah Sosiologi Abad ke-19
Atas dinamika kelompok sosial yang terjadi di Negara Perancis, Auguste Comte sebagai cendekiawan yang lahir pada tahun 1798 merasa kekhawatiran yang mendalam atas keadaan negaranya, puncak kekhawatirannya saat terjadi Revolusi Perancis. Yang banyak menimbulkan atau menciptakan dampak negatif perubahan sosial, salah satunya terjadi konflik antarkelas dalam masyarakat yang seolah memberikan arah pada sikap anarkisme di dalam kehidupan masyarakat.
Konflik ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakatnya dalam mengatasi perubahan atau hukum-hukum seperti yang dapat digunakan untuk mengatur stabilitas masyarakat. Atas dasar ini, Comte pada abad 19 melakukan instrumen penelitian sosial tentang masyarakat perlu ditingkatkan menjadi sebuah ilmu yang berdiri sendiri, dengan penelitian sosial yang didasarkan pada metode ilmiah inilah sosiologi lahir sebagai ilmu pengetahuan pada abad 19, dengan pendiri sekaligus pencipta namanya adalah Auguste Comte, sebagaimana hal ini tertuang dalam buku berjudul Cours de Philosophie Positive.
D.    Sosiologi di Indonesia
Sebelum terjadinya gejolak pada Perang Dunia II perkembangan ilmu sosiologi yang ada dalam kajian keilmuan hanya dianggap sebatas pembantu bagi keperluan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, khususnya kajian ini berlaku di Indonesia. Akan tetapi setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Perkembangan ini menjadi cikal bakal adanya sejarah Ilmu Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk pelaksanaan materi penyampaian ilmu sosiologi, pertama kali dilakukan sistem perkuliahan sosiologi, yang diberikan oleh Soenario Kolopaking pada tahun 1948.
Perkuliahan sosiologi pertama kali di Indonesia ini dilakukan di dalam Akademi Ilmu Politik Yogyakarta, yang pada saat ini Akademik Politik berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM (Universitas Gajah Mada). Maka tak khayal jurusan sosiologi pertama dan tertua di Indonesia adalah Jurusan Sosiologi di UGM.
E.     Sejarah Akhir Perkembangan Sosiologi
Sejarah akhir perkembangan ilmu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan adalah munculnya pradigam bahwa pembangunan yang ada di dalam perkembangan suatu negara, bukan hanya di ukur dalam pembangunan infrastruktur, atau pembangunan SDA, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah pembangunan dalam SDM (Sumber Daya Manusia).
Dengan posisi tersebut, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan pada akhirnya memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Salah satunya dengan memberikan berbagai cabang ilmu pengetahuan sosiologi.
F.     Cabang Ilmu Sosiologi Sebagai Sejarah Akhir
Diantaranya cabang tersebut adalah sebagai berikut :
·         Sosiologi Politik
·         Sosiologi Pendidikan
·         Sosiologi Budaya
·         Sosiologi Agama
·         Sosiologi Industri
·         Sosiologi Ekonomi
·         Sosiologi Kesehatan
·         Sosiologi Militer
·         Sosiologi Perkotaan
·         Sosiologi Pedesaan
·         Sosiologi Hukum
·         Sosiologi Pertanian
·         Sosiologi Sastra
·         Sosiologi Olahraga

Sumber : http://dosensosiologi.com/sejarah-sosiologi-awal-akhir-terlengkap/